Pemdes Kota Praja – Sebagai wujud rasa syukur yang mendalam atas karunia hasil bumi dan keselamatan yang dilimpahkan oleh Sang Pencipta, warga Desa Kota Praja kembali menggelar acara tahunan Sedekah Bumi atau Bersih Desa. Acara yang sarat akan makna spiritual dan pelestarian budaya ini sukses diselenggarakan pada hari Sabtu Wage, 15 Apit 1959 (2 Mei 2026).
Sejak pagi hari, antusiasme warga sudah terlihat memadati area pusat desa. Rangkaian acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk merekatkan sinergi antara pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, hingga jajaran pemerintah daerah Kabupaten Mukomuko.
Tepat pukul 08.00 WIB, rangkaian acara resmi dibuka. Suasana pagi yang sejuk diisi dengan kekhidmatan lantunan Zikir dan Tahlil yang dipimpin oleh Ky. Abdurokhim, memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga Desa Kota Praja.
Acara dilanjutkan dengan sesi sambutan yang menunjukkan kekompakan elemen masyarakat dan pemerintah. Turut hadir dan memberikan pesan-pesan inspiratif:
Bapak Girin (Ketua Adat Desa Kota Praja)
Bapak Parji (Kepala Desa Kota Praja)
Bapak Widodo, S.H.i, M.A.P (Sesepuh Kota Praja)
Bapak Pujianto, S.AP (Sekretaris Camat Air Manjunto)
Kehadiran jajaran pimpinan daerah ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya pelestarian tradisi leluhur di tanah Kota Praja.
Memasuki pukul 10.00 WIB, perhatian warga tertuju pada Kirab Lembaga Adat dan Atraksi yang memukau. Puncak simbolis dari Sedekah Bumi dilakukan melalui prosesi Pemotongan Tumpeng. Tumpeng ini merepresentasikan doa dan harapan agar kesejahteraan warga desa semakin menggunung dan tak pernah putus.
Setelah menikmati makanan ringan yang disiapkan dengan apik oleh rekan-rekan Karang Taruna Sub 04, warga diajak untuk kembali menyejukkan hati melalui Pengajian Umum. Inti tausiyah yang disampaikan oleh Ky. Nur Fuad memberikan pesan-pesan agar masyarakat terus merawat kerukunan dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari.
Sesi pagi yang sakral ini ditutup dengan Tradisi Berkatan dan doa penutup yang dipimpin kembali oleh Ky. Abdur Rocim, di mana warga saling berbagi berkat sebagai simbol rezeki yang saling mengalir.
Setelah jeda Istirahat, Sholat, dan Makan (Ishoma), suasana desa berubah menjadi panggung pesta rakyat yang meriah. Mulai pukul 13.00 WIB, warga dari berbagai usia berkumpul untuk menyaksikan Penampilan Seni Jaranan dari Paguyuban Seni Lokal.
Tabuhan kendang dan gemerlap kostum penari jaranan sukses menghibur masyarakat hingga sore hari. Sorak-sorai penonton menjadi bukti betapa seni tradisional masih memiliki ruang istimewa di hati warga Desa Kota Praja. Rangkaian panjang perayaan Sedekah Bumi akhirnya ditutup dengan damai pada pukul 17.00 WIB.
Semoga melalui Sedekah Bumi tahun 2026 ini, Desa Kota Praja semakin gemah ripah loh jinawi, Tansyah Nyawiji Angayuh Lestari dijauhkan dari segala bala, dan warganya senantiasa hidup rukun, makmur, serta sejahtera. Sampai jumpa di perayaan Bersih Desa tahun depan!